Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Minggu – minggu ini rasanya saya sibuk sekali. Eh Sok sibuk
apa sibuk ya. Ya beda – beda tipislah ya, haha.
Berbagai kegiatan luar pekan ini mulai menyerbu. Dari mulai
menyiapkan murid Ujian Nasional, menjadi tutor pengajar maple ujian, panitia
tryout, hingga menjadi pengurus dan ketua panitia dalam kegiatan lomba Porsema.
Tugas dari sekolah yang sama sekali tidak bisa saya tinggalkan. Dan alhamdulillahnya
lagi, bisnis rumah makan yang saya kelolapun begitu ramai dan banyak menerima
orderan di awal bulan Februari ini. Hal ini semakin menyita waktu dan membuat
saya kelihatan “sok sibuk”.
Jadilah kegiatan saya setiap hari seperti ini : pagi siang di sekolah, pulang sekolah dari
siang sampai sore saya melipir kantor kedua saya, (read : rumah makan) pun
kadang hingga malam hari. Dan akhirnya membuat saya selalu kelelahan saat
sampai dirumah.
Pekerjaan domestik, alhamdulillahnya tetap aman. Suami saya
bisa diajak bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun
hal ini tak sejalan dengan kuliah online saya. Tugas IIP hampir saja
terabaikan. Sebenarnya tugas kali ini tak sulit – sulit amat, tapi kenapa saya
lamban dalam mengerjakan NHW kali ini. (halaah alibi. Dasar memang malas saja
saya minggu ini. hehe). Sampai pada akhirnya saya mengerjakan di detik – detik
terakhir deadline NHW.
Dipekan kedua ini pemahasan di IIP menarik sekali lho. Di sini
saya belajar untuk “Menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga”. Menarik
bukan?. Setelah mendapatkan semua materi tentang apa itu ibu? Apa itu
professional? dan dari semua materi yang sudah saya pelajari pekan ini, bahwa
ibu professional adalah ibu yang bahagia dan bisa menjadi kebanggan keluarga. Tapi
tidaklah semudah itu Ferguso. Untuk menjadi ibu professional dan membawa
keluarga bahagia, adalah indikator – indikator yang harus saya capai.
Maka untuk mencapai keluruh kesuksesan menjadi ibu
professional saya harus membuat indikatornya. Dan kenapa dari awal saya bilang
tugas ini mudah? Ini semata karena saya biasa membuat ceklist seperti ini dalam
mentarget keberhasilan yang ingin saya dapatkan. Dan memang dengan cara ini
membantu banget dalam menjalani hidup. Untuk lebih lengkapnya berikut adalah
tugas NHW yang harus saya kerjakan.
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu
Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional/
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional/
Now saatnya saya merancang sendiri kesuksesan model
bagaimana yang ingin keluarga saya dapatkan.
Sebagai Individu
Indikator
|
Deskripsi
|
Timebond
|
Salat wajib tepat waktu
|
Jika dalam keadaan free setelah
mendengar panggilan adzan hendaknya menyegerakan kewajiban salat
|
Setiap hari
|
Salat dhuha
|
Salat dhuha sebagai ikhtiar
suami khususnya dan keluarga umumnya, untuk mendapat tambahan rejeki yang
halal dan barakah
|
2 rakaat minimal setiap pagi
|
Qiyamul Lail
|
Meniatkan dalam hati setiap
malam untuk menunaikan salat tahajud/hajat
|
Seminggu minimal 3 kali
|
Nderes Alquran
|
Nderes alquran sebagai sarana
untuk berkomunikasi kepda Allah dan menguatkan keyakinan kepada Tuhan.
|
Wajib setelah salat magrib
meskipun satu atau dua ayat. Ditambah setelah subuh atau setelah tahajut
lebih bagus.
|
Mengaji dan mendatangi kajian
|
Sebagai manusia yang terbatas
ilmunya, hendaknya kita terus belajar, terlebih ilmu agama. Apalagi dijaman milenial
seperti ini. Tidak punya guru ngaji/guru spiritual itu tidak jaman. Jadi
setidaknya kita punya guru yang bisa kita tanya jika mendapat masalah dalam
kehidupan.
|
Lanjutkan mengaji rutin
setiap kamis malam dan Jumat malam.
|
Membaca buku
|
Ilmu agama itu penting, ilmu
dunia juga tak kalah penting. Dan membaca adalah salah satu media kita
belajar. Sebab jika kita ingin mengetahui dunia maka membacalah, dan jika
kamu ingin diketahui dunia maka menulislah. Ingin tahu dunia? Ya membaca
dongs
|
1 buku setiap bulan sudah
bagus
|
Menulis
|
Seperti yang sudah saya katakana
diatas bahwa jika kita ingin mengetahui dunia maka membacalah, dan jika
kamu ingin diketahui dunia maka menulislah. Menulislah maka kau akan tetap
hidup. Syukur – syukur bisa kirim artikel,esai, resensi atau puisi ke
media. Alhamdulillah lagi kalau dapat honor. Mayan kan bisa buat beli bakso.
Eh salah buat ditabung
|
1 artikel siap terbit sebulan
sekali
Menulis diblog seminggu
sekali
|
Olahraga
|
Didalam tubuh yang sehat
terdapat jiwa yang kuat. Nah olahraga untuk menjaga kewarasan jiwa.hehe
|
Lari atau senam minimal
seminggu sekali
|
Menyantuni anak yatim
|
Bahwa sebagian rejeki kita
adalah milik orang lain. Jadi sedekah adalah jalan yang baik untuk
menyalurkan. Terlebih untuk anak yatim
|
Minimal setahun sekali setiap
bulan Muhamram
|
Sebagai Istri
Indikator
|
Deskripsi
|
Timebond
|
Tidur Teratur
|
Saya termasuk orang yang suka
tidur dan gampang terbangun. Jadi saya tidak punya waktu untuk tidur
berkualitas
|
Setiap hari
|
Mengurangi aktivitas dengan
gadget
|
Fomo adalah penyakit akut yang
harus dihindari. Jika sudah terkena penyakit ini sangat menganggu. Sebab kita
ini bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Ini juga bisa
mengurangi quality time bersama keluarga.
|
FGOSS (free gadget on Saturday
Sunday)
|
Menyambangi orang tua
|
Silatuharahim dengan orang tua
dan saudara adalah memanjangkan umur.
|
Mengunjungi seminggu sekali bagi
orang tua yang dekat, dan 4 kali dalam setahun minimal bagi orang tua yang
jauh.
|
Melakukan perawatan diri
|
Merawat diri adalah hal yang
penting untuk wanita. Apalagi bagi mereka yang susah berkeluarga. Tampil
cantik di depan suami adalah kewajiban.
|
Me time melakukan perawatan diri
seminggu sekali selama dua jam minimal.
|
Menabung
|
Nowdays,hampir semua dari kita
lebih banyak yang hidup konsumtif dari apada prokuktif. Bagi perempuan
khususnya ibu dan istri , kita harus pintar – pintar membelanjakan uang.
Terlebih untuk uang amanat dari suami.
|
Menabung setiap hari sekali
minimal 20K
|
Sebagai Ibu
INDIKATOR
|
DESKRIPSI
|
TIMEBOND
|
Membersamai anak selama masa golden age
|
Golden age adalah masa masa penting bagi
anak dan bisa mempengaruhi kehidupan mereka dimasa mendatang. Maka sebagai
orang tua wajib untuk mengawal proses tumbuh kembang mereka.
|
Setiap hari
|
Memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun
|
ASI ekslusif adalah sumber asupan inti
dan ajaib dari sang ibu. Hal ini bisa jadi mendekatkan batin antara ibu dan
anak.
|
Setiap hari selama dua tahun
|
Mebacakan buku dan memberi bacaan yang bermanfaat
|
Jangan berharap anak bisa suka membaca
jika tidak dibiasakan membaca atau dibacakan buku.
|
Setiap hari
|
Membuat DIY
|
Do it Your self. Selain hemat. DIY juga
bikin kita kreatif.
|
Setiap kali melakukan aktivitas baru
|
Memberikan perhatian dan kasih sayang
|
Kasih sayang dan perhatian haruslah
diberikan pada anak selalu. Seperti kata pepatah siapa menaman ia akan
menuai. Begitu pula kasih sayang. Jika kita mengajarkan anak dan memberinya
kasih sayang, insyaallah saat dewasa nanti mereka juga anak memberi kasih
sayang pada orang tuanya.
|
Setiap hari
|
Memfasilitasi buku dan mainan edukatif
|
Salah satu nutrisi otak terpenting
adalah buku. Apalagi dijaman digital ini. anak – anak cenderung lebih
tertarik gadget daripada buku. Jadi jika ingin anak lepas dari gadget carilah
trik ampuh yang lain. Salah satunya dengan memfasilitasi mereka buku. Pun
diselingi dengan maina – mainan edukatif.
|
Sebulan dua kali
|
Hehe finally nhw kedua ini selesai. Semoga
bisa konsisten untuk melaksanakan indikator – indikator diatas sana .
Salam hangat,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar