Senin, 11 Februari 2019

Menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Minggu – minggu ini rasanya saya sibuk sekali. Eh Sok sibuk apa sibuk ya. Ya beda – beda tipislah ya, haha.

Berbagai kegiatan luar pekan ini mulai menyerbu. Dari mulai menyiapkan murid Ujian Nasional, menjadi tutor pengajar maple ujian, panitia tryout, hingga menjadi pengurus dan ketua panitia dalam kegiatan lomba Porsema. Tugas dari sekolah yang sama sekali tidak bisa saya tinggalkan. Dan alhamdulillahnya lagi, bisnis rumah makan yang saya kelolapun begitu ramai dan banyak menerima orderan di awal bulan Februari ini. Hal ini semakin menyita waktu dan membuat saya kelihatan “sok sibuk”.

Jadilah kegiatan saya setiap hari seperti ini :  pagi siang di sekolah, pulang sekolah dari siang sampai sore saya melipir kantor kedua saya, (read : rumah makan) pun kadang hingga malam hari. Dan akhirnya membuat saya selalu kelelahan saat sampai dirumah.
Pekerjaan domestik, alhamdulillahnya tetap aman. Suami saya bisa diajak bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun hal ini tak sejalan dengan kuliah online saya. Tugas IIP hampir saja terabaikan. Sebenarnya tugas kali ini tak sulit – sulit amat, tapi kenapa saya lamban dalam mengerjakan NHW kali ini. (halaah alibi. Dasar memang malas saja saya minggu ini. hehe). Sampai pada akhirnya saya mengerjakan di detik – detik terakhir deadline NHW.

Dipekan kedua ini pemahasan di IIP menarik sekali lho. Di sini saya belajar untuk “Menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga”. Menarik bukan?. Setelah mendapatkan semua materi tentang apa itu ibu? Apa itu professional? dan dari semua materi yang sudah saya pelajari pekan ini, bahwa ibu professional adalah ibu yang bahagia dan bisa menjadi kebanggan keluarga. Tapi tidaklah semudah itu Ferguso. Untuk menjadi ibu professional dan membawa keluarga bahagia, adalah indikator – indikator yang harus saya capai.

Maka untuk mencapai keluruh kesuksesan menjadi ibu professional saya harus membuat indikatornya. Dan kenapa dari awal saya bilang tugas ini mudah? Ini semata karena saya biasa membuat ceklist seperti ini dalam mentarget keberhasilan yang ingin saya dapatkan. Dan memang dengan cara ini membantu banget dalam menjalani hidup. Untuk lebih lengkapnya berikut adalah tugas NHW yang harus saya kerjakan.

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat 

📝CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional/
Now saatnya saya merancang sendiri kesuksesan model bagaimana yang ingin keluarga saya dapatkan.

Sebagai Individu

Indikator
Deskripsi
Timebond
Salat wajib tepat waktu
Jika dalam keadaan free setelah mendengar panggilan adzan hendaknya menyegerakan kewajiban salat
Setiap hari
Salat dhuha
Salat dhuha sebagai ikhtiar suami khususnya dan keluarga umumnya, untuk mendapat tambahan rejeki yang halal dan barakah
2 rakaat minimal setiap pagi
Qiyamul Lail
Meniatkan dalam hati setiap malam untuk menunaikan salat tahajud/hajat
Seminggu minimal 3 kali
Nderes Alquran
Nderes alquran sebagai sarana untuk berkomunikasi kepda Allah dan menguatkan keyakinan kepada Tuhan.
Wajib setelah salat magrib meskipun satu atau dua ayat. Ditambah setelah subuh atau setelah tahajut lebih bagus.
Mengaji dan mendatangi kajian
Sebagai manusia yang terbatas ilmunya, hendaknya kita terus belajar, terlebih ilmu agama. Apalagi dijaman milenial seperti ini. Tidak punya guru ngaji/guru spiritual itu tidak jaman. Jadi setidaknya kita punya guru yang bisa kita tanya jika mendapat masalah dalam kehidupan.
Lanjutkan mengaji rutin setiap kamis malam dan Jumat malam.
Membaca buku
Ilmu agama itu penting, ilmu dunia juga tak kalah penting. Dan membaca adalah salah satu media kita belajar. Sebab jika kita ingin mengetahui dunia maka membacalah, dan jika kamu ingin diketahui dunia maka menulislah. Ingin tahu dunia? Ya membaca dongs
1 buku setiap bulan sudah bagus
Menulis
Seperti yang sudah saya katakana diatas bahwa jika kita ingin mengetahui dunia maka membacalah, dan jika kamu ingin diketahui dunia maka menulislah. Menulislah maka kau akan tetap hidup. Syukur – syukur bisa kirim artikel,esai, resensi atau puisi ke media. Alhamdulillah lagi kalau dapat honor. Mayan kan bisa buat beli bakso. Eh salah buat ditabung
1 artikel siap terbit sebulan sekali
Menulis diblog seminggu sekali
Olahraga
Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Nah olahraga untuk menjaga kewarasan jiwa.hehe
Lari atau senam minimal seminggu sekali
Menyantuni anak yatim
Bahwa sebagian rejeki kita adalah milik orang lain. Jadi sedekah adalah jalan yang baik untuk menyalurkan. Terlebih untuk anak yatim
Minimal setahun sekali setiap bulan Muhamram
Sebagai Istri

Indikator
Deskripsi
Timebond
Tidur Teratur
Saya termasuk orang yang suka tidur dan gampang terbangun. Jadi saya tidak punya waktu untuk tidur berkualitas
Setiap hari
Mengurangi aktivitas dengan gadget
Fomo adalah penyakit akut yang harus dihindari. Jika sudah terkena penyakit ini sangat menganggu. Sebab kita ini bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Ini juga bisa mengurangi quality time bersama keluarga.
FGOSS (free gadget on Saturday Sunday)
Menyambangi orang tua
Silatuharahim dengan orang tua dan saudara adalah memanjangkan umur.
Mengunjungi seminggu sekali bagi orang tua yang dekat, dan 4 kali dalam setahun minimal bagi orang tua yang jauh.
Melakukan perawatan diri
Merawat diri adalah hal yang penting untuk wanita. Apalagi bagi mereka yang susah berkeluarga. Tampil cantik di depan suami adalah kewajiban.
Me time melakukan perawatan diri seminggu sekali selama dua jam minimal.
Menabung
Nowdays,hampir semua dari kita lebih banyak yang hidup konsumtif dari apada prokuktif. Bagi perempuan khususnya ibu dan istri , kita harus pintar – pintar membelanjakan uang. Terlebih untuk uang amanat dari suami.
Menabung setiap hari sekali minimal 20K
Sebagai Ibu


INDIKATOR
DESKRIPSI
TIMEBOND
Membersamai anak selama masa golden age
Golden age adalah masa masa penting bagi anak dan bisa mempengaruhi kehidupan mereka dimasa mendatang. Maka sebagai orang tua wajib untuk mengawal proses tumbuh kembang mereka.
Setiap hari
Memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun
ASI ekslusif adalah sumber asupan inti dan ajaib dari sang ibu. Hal ini bisa jadi mendekatkan batin antara ibu dan anak.
Setiap hari selama dua tahun
Mebacakan buku dan memberi bacaan yang bermanfaat
Jangan berharap anak bisa suka membaca jika tidak dibiasakan membaca atau dibacakan buku.
Setiap hari
Membuat DIY
Do it Your self. Selain hemat. DIY juga bikin kita kreatif.
Setiap kali melakukan aktivitas baru
Memberikan perhatian dan kasih sayang
Kasih sayang dan perhatian haruslah diberikan pada anak selalu. Seperti kata pepatah siapa menaman ia akan menuai. Begitu pula kasih sayang. Jika kita mengajarkan anak dan memberinya kasih sayang, insyaallah saat dewasa nanti mereka juga anak memberi kasih sayang pada orang tuanya.
Setiap hari
Memfasilitasi buku dan mainan edukatif
Salah satu nutrisi otak terpenting adalah buku. Apalagi dijaman digital ini. anak – anak cenderung lebih tertarik gadget daripada buku. Jadi jika ingin anak lepas dari gadget carilah trik ampuh yang lain. Salah satunya dengan memfasilitasi mereka buku. Pun diselingi dengan maina – mainan edukatif.
Sebulan dua kali

Hehe finally nhw kedua ini selesai. Semoga bisa konsisten untuk melaksanakan indikator – indikator diatas sana .
Salam hangat,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar