Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sudah pekan keempat saya belajar di kelas matrikulasi. Itu artinya sudah sabulan saya belajar ilmu - ilmu baru yang sungguh menarik dari Institusi Ibu Profesional. Semakin kesini tentu saja masih diliputi dengan tugas - tugas yang semakin menantang buat saya. Pekan ini saya hampir merasa gagal, sebab saya tidak fokus untuk belajar materi tentang mendidik dengan kekuatan fitrah.
Saya tak pernah begini sebelumnya. Materi yang diberikan lama sekali saya selesaikan. Saya gagal memahami saat pertama kali membaca materinya. Akhirnya saya ulang lagi hingga setidaknya saya paham. Meskipun hanya sedikit yang saya terima.
Agaknya perihal persiapan kepindahan (rumah) kontrakan yang belum usai membuat saya lama menyelesaikan tugas pekan ini.
Akhirnya, benar - benar di menit terakhir saya baru mulai mengerjakan tugas istimewa ini.
Mungkin disini kali tantangannya saat mengikuti IIP, saya harus benar - benar bisa memanage waktu sebaik mungkin agar tidak kelimpungan saat menuju deadline.
Sebenarnya bisa saja saya tidak merasa terbebani oleh tugas ini. Jika, saya memang konsisten dan berkomitmen untuk menyelesaikan dan lulus pada waktunya. Saat materi di berikan, segeralah kita pelajari. Lalu setelah tugas NHW diluncurkan lekas - lekaslah kerjakan. Sudah deh, tinggal duduk manis kipas - kipas, malam hari bisa tidur tenang tanpa bayang - bayang dan mimpi buruk NHW. Hahaha
Baiklah, cukup ya curhatnya. Saatnya NHW NHW NHW ๐
yang udah menanti2 NHW#4,. ini dia,. ๐
NICE HOMEWORK #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
๐ Ngomongin soal NHW1. Hmmm menarik sekali. Saat itu saya masih semangat - semangatnya rajin mengerjakan tugas. Tentu saja masih sangat membekas di ingatan. Jadi kalau diminta mengulas lagi tentu saya masih ingat dongs tanpa membuka lembaran lama.
****************************************************
Tentu saja masih tetep, saya masih mantap untuk mempelajari ilmu management hati. Pun setelah merenung dan sempat kepentok masalah yang membuat saya hampir tepuruk. Akhirnya saya berniat untuk menambah disiplin ilmu “nrimo ing pandum” sebab dari sini saya sadar jika dalam suatu masalah, pasti itu semua dari Tuhan, dan Tuhan pasti memberikan solusi dari masalah tersebut. Tak boleh putus aja. Jalani hidup apa adanya. Menerima takdirnya. Jangan mudah merasa besar. Sebab kebesaran hanya milik Tuhan.
Selain itu kehidupan sehari - hari saya lebih banyak belajar bersama anak - anak, saya menikmatinya hingga akhirnya tertarik untuk memehami mereka. Hingga sayapun ingin mempelajari ilmu parenting lebih dalam lagi.
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
๐Untuk NHW2, alhamdulillah sudah saya cetak dan saya tempelkan di dinding kamar. Sekiranya saya ingat setiap hari. Dan alhamdulillah saya sudah mulai menjalaninya dengan teratur. Semoga kedepannya bisa istiqomah.
c.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
๐Mengingat tugas nhw3 yang baru sepekan berlalu, agaknya membuat saya makin yakin dengan maksud Tuhan menciptakan saya dimuka bumi ini adalah untuk selalu bersyukur, menerima kehendak Tuhan dan menjalaninya. Dengan dibimbing oleh imam saleh saya yang super sabar, saya yakin saya bisa mengatur emosi saya. Pun saya akan berusaha untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga serta bisa bermanfaat untuk sesama terutama untuk tumbuh dan kembang anak - anak usia dini.
Misi : Menjadi ibu profesional yang pandai bersyukur dan bermanfaat bagi sesama.
Bidang: Ilmu management hati, syukur dan ilmu parenting.
Peran : Ibu Profesional yang dijadikan tempat yang dirindukan keluarga. Pun menjadi motivator dan inovator bagi perkembangan dunia anak usia dini.
d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
๐Untuk menjadi ibu profesional yang pandai bersyukur dan bersabar khususnya bagi anak - anak tentu saja masih banyak ilmu yang harus saya pelajari. Mengingat terlalu dangkalnya pengetahuan saya akan hal tersebut. Maka saya harus semangat belajar.
Lalu ilmu apa saya yang harus saya pelajari lalu kuasai?
✔️ Ilmu Management hati : bersyukur, menerima takdir dan menjalani takdir
✔️Ilmu ibu profesional : bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, dan bunda saleha. Tentu saya ini ada jenjang waktunya ya, berikut saya saya coba saya kerjakan sedikit.
✔️ Ilmu Parenting : membaca, menulis, melakukan penelitian, mengikuti seminar online maupun offline tentang dunia ibu dan anak.
e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
๐ KM 0 - KM 1 : (Pada Usia 28 tahun) Menguasai Ilmu Management hati (sabar), menguasai ilmu bunda sayang.
KM1- KM2 : (Pada usia 29 tahun) Menguasai ilmu management hati (syukur) dan menguasai ilmu bunda cekatan.
KM2 - KM3 : (Pada usia 30 tahun) menguasai ilmu management hati (nerima ing pandum) dan menguasai ilmu bunda Produktif.
KM3 - KM4 : (Pada usia 31 tahun) menguasai ilmu bunda shalihah dan ilmu parenting.
f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
๐Checklist yang menunjang keberhasilan saya, sudah saya jalankan. Seperti halnya di ilmu management hati : saya cantumkan mengaji rutin dan mendatangi kajian. Yang insyaallah di setiap saya datang di kajian ilmu saya bisa mengupgrade diri terutama tentang disiplin ilmu menata hati.
Untuk ilmu ibu profesional : Alhamdulillah, bersyukur sekali saya kecemplung didalam komunitas yang super keren ini. IIP. Disni saya belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pelajari, bertemu dengan teman - teman kece dari berbagai latar belakang serta bisa berinteraksi langsung dengan fasilitator - fasilitator hebat. Semoga saya berhasil lulus dan bisa melenggang mengikuti kelas lanjutan.
Untuk Ilmu Parenting : Saya juga menaruh point membaca dan menulis. Mungkin nantinya akan saya bikin lebih spesifik lagi. Untuk belajar tentang ilmu parenting. Membaca buku - buku parenting dan akan concern menulis tentang ibu dan anak.
g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
๐Berbekal ilmu - ilmu dari IIP saya akan berusaha menjadi ibu profesional yang baik, yang belajar mengedepankan adab dulu baru ilmu,menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga yang membangun peradaban dari dalam rumah serta mendidik anak sesuai dengan fitrahnya sehingga mampu menjadi ibu yang bahagia dan diharapkan keluarga. Saya yakin saya bisa dengan ijin Allah.
Salam hangat
ESTY CAHYANINGSIH