Selasa, 01 September 2020

Pembelajaran Daring Al Qur'an Hadist tentang Hadist Menyayangi Anak Yatim

 Pembelajaran Daring


Rabu, 2 September 2020


~Al Qur'an Hadist~




Hadist Menyayangi Anak Yatim



Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh anak-anak salih salihah.



Sebelum kita belajar, mari kita kirimkan hadiah suratul Fatihah kepada Nabi Muhammad, Sunan Kudus, Eyang Suryono Suryadi, guru, dan keluarga kita.


Alfatihah


Pengertian anak yatim dan anak yatim-piatu



Hadist Menyayangi Anak Yatim



Arti perkata hadist menyayangi anak yatim



Demikian materi hari ini, jika ada pertanyaan, kalian bisa menuliskan di kolom komentar atau langsung ditanyakan di grup WhatsApp.


Semoga pelajaran hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.




Minggu, 23 Agustus 2020

Pembelajaran Daring Matematika

Pembelajaran Daring 

24 Agustus 2020


~Matematika~


Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh anak-anak salih salihah.


Sebelum kita belajar, mari kita kirimkan hadiah suratul Fatihah kepada Nabi Muhammad, Sunan Kudus, Eyang Suryono Suryadi, guru, dan keluarga kita.


Alfatihah

Baik, hari ini kita akan belajar matematika, Minggu lalu kalian sudah belajar tentang penjumlahan pecahan biasa dengan desimal, desimal dengan desimal.

Minggu ini kalian akan belajar tentang perkalian dan pembagian pecahan.

Untuk yang pertama kalian akan belajar tentang perkalian.

Mohon anak-anak bisa menyimak dan mempelajari materi berikut ini ๐Ÿ‘‡


Demikian materi hari ini, jika ada pertanyaan, kalian bisa menuliskan di kolom komentar atau langsung ditanyakan di grup WhatsApp.


Semoga pelajaran hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Selasa, 18 Agustus 2020

Pembelajaran Daring Al Qur'an Hadist

 Pembelajaran Daring


Rabu, 19 Agustus 2020


~Al Quran Hadist~


Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh anak-anak salih salihah.


Sebelum kita belajar, mari kita kirimkan hadiah suratul Fatihah kepada Nabi Muhammad, Sunan Kudus, Eyang Suryono Suryadi, guru, dan keluarga kita.


Baik, hari ini kita akan belajar Al Qur'an Hadist, Minggu lalu kalian sudah belajar tentamembaca surat Al Maun. Hari ini kita akan belajar memgartikan surat al Maun, anak bisa menyimak dan mempelajari materi berikut ini ๐Ÿ‘‡


Sebelumnya kalian tuliskan dulu surat Al Maun ayat 1-7



Lalu kalian bisa menulis arti dari surat Al Ma'un sebagai berikut ๐Ÿ‘‡

Nah gimana anak-anak dari sini kita sudah tahu ya arti dari surat Al Maun.

Untuk materi hari ini cukup menuliskan surat Al Maun ayat 1-7, mengartikan per kata lalu per ayat.

Demikian materi hari ini, jika ada pertanyaan, kalian bisa menuliskan di kolom komentar atau langsung ditanyakan di grup WhatsApp.


Semoga pelajaran hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.



Minggu, 09 Agustus 2020

Pembelajaran Daring, Senin, 10 Agustus 2020

 Pembelajaran Daring


Senin, 10 Agustus 2020


~Matematika~


Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh anak-anak salih salihah.


Sebelum kita belajar, mari kita kirimkan hadiah suratul Fatihah kepada Nabi Muhammad, Sunan Kudus, Eyang Suryono Suryadi, guru, dan keluarga kita.


Alfatihah



Baik, hari ini kita akan belajar matematika, Minggu lalu kalian sudah belajar tentang penjumlahan pecahan biasa dengan persen. Minggu ini kalian akan belajar tentang penjumlahan pecahan desimal.

Mohon anak-anak bisa menyimak dan mempelajari materi berikut ini ๐Ÿ‘‡









Demikian materi hari ini, jika ada pertanyaan, kalian bisa menuliskan di kolom komentar atau langsung ditanyakan di grup WhatsApp.


Semoga pelajaran hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.



Minggu, 12 April 2020

Mini Project IP Jepara Sub Kudus

Bismillahirrahmanirrahim

Mini Project IP Jepara Sub Kudus

Judul  Project :
Read Aload On the Street

Deskripsi :
Kegiatan mendengar nyaring dari buku cerita bersama anak - anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Jagong ( taman ngobrol santai bersama keluarga) dekat dengan perpusda Kudus. Taman ini ramai pada sore hari, biasanya dimanfaatkan oleh keluarga untuk santai sore, berolahraga, dan ramai oleh anak - anak. Daripada hanya bermain-main saja kita sisipkan dunia literasi pada anak.

Kebutuhan :
Buku cerita anak

Susunan :
3 Member sukarela dari tim kreatif IIP sub Kudus

Sasaran :
+/- 20 Anak yang berada di balai jagong.

Waktu :
Minggu pertama setiap bulannya. Dipilih setiap hari Sabtu.

Jam :  
16.00 - 17.00

Estimasi dana :
0 rupiah
(Untuk makan dan minum snackpotluck)

Parameter Keberhasilan:
Menumbuhkansemangat dan memberikan stimulasi berliterasi sejak dini.

Membiasakan anak untuk mengenal literasi baca dengan gembira dimulai dari mendengarkan cerita nyaring.







Rabu, 27 Februari 2019

Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sudah pekan keempat saya belajar di kelas matrikulasi. Itu artinya sudah sabulan saya belajar ilmu - ilmu baru yang sungguh menarik dari Institusi Ibu Profesional. Semakin kesini tentu saja masih diliputi dengan tugas - tugas yang semakin menantang buat saya. Pekan ini saya hampir merasa gagal, sebab saya tidak fokus untuk belajar materi tentang mendidik dengan kekuatan fitrah.

Saya tak pernah begini sebelumnya. Materi yang diberikan lama sekali saya selesaikan. Saya gagal memahami saat pertama kali membaca materinya. Akhirnya saya ulang lagi hingga setidaknya saya paham. Meskipun hanya sedikit yang saya terima.

Agaknya perihal persiapan kepindahan (rumah) kontrakan yang belum usai membuat saya lama menyelesaikan tugas pekan ini.

Akhirnya, benar - benar di menit terakhir saya baru mulai mengerjakan tugas istimewa ini.

Mungkin disini kali tantangannya saat mengikuti IIP, saya harus benar - benar bisa memanage waktu sebaik mungkin agar tidak kelimpungan saat menuju deadline.

Sebenarnya bisa saja saya tidak merasa terbebani oleh tugas ini. Jika, saya memang konsisten dan berkomitmen untuk menyelesaikan dan lulus pada waktunya. Saat materi di berikan, segeralah kita pelajari. Lalu setelah tugas NHW diluncurkan lekas - lekaslah kerjakan. Sudah deh, tinggal duduk manis kipas - kipas, malam hari bisa tidur tenang tanpa bayang - bayang dan mimpi buruk NHW. Hahaha

Baiklah, cukup ya curhatnya. Saatnya NHW NHW NHW ๐Ÿ˜

yang udah menanti2 NHW#4,. ini dia,. ๐Ÿ‘

NICE HOMEWORK #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

๐ŸŒŸ Ngomongin soal NHW1. Hmmm menarik sekali. Saat itu saya masih semangat - semangatnya rajin mengerjakan tugas. Tentu saja masih sangat membekas di ingatan. Jadi kalau diminta mengulas lagi tentu saya masih ingat dongs tanpa membuka lembaran lama.
****************************************************
Tentu saja masih tetep, saya masih mantap untuk mempelajari ilmu management hati. Pun setelah merenung dan sempat kepentok masalah yang membuat saya hampir tepuruk. Akhirnya saya berniat untuk menambah disiplin ilmu “nrimo ing pandum” sebab dari sini saya sadar jika dalam suatu masalah, pasti itu semua dari Tuhan, dan Tuhan pasti memberikan solusi dari masalah tersebut. Tak boleh putus aja. Jalani hidup apa adanya. Menerima takdirnya. Jangan mudah merasa besar. Sebab kebesaran hanya milik Tuhan.
Selain itu kehidupan sehari - hari saya lebih banyak belajar bersama anak - anak, saya menikmatinya hingga akhirnya tertarik untuk memehami mereka. Hingga sayapun ingin mempelajari ilmu parenting lebih dalam lagi.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

๐ŸŒŸUntuk NHW2, alhamdulillah sudah saya cetak dan saya tempelkan di dinding kamar. Sekiranya saya ingat setiap hari. Dan alhamdulillah saya sudah mulai menjalaninya dengan teratur. Semoga kedepannya bisa istiqomah.


c.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator


๐ŸŒŸMengingat tugas nhw3 yang baru sepekan berlalu, agaknya membuat saya makin yakin dengan maksud Tuhan menciptakan saya dimuka bumi ini adalah untuk selalu bersyukur, menerima kehendak Tuhan dan menjalaninya. Dengan dibimbing oleh imam saleh saya yang super sabar, saya yakin saya bisa mengatur emosi saya. Pun saya akan berusaha untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga serta bisa bermanfaat untuk sesama terutama untuk tumbuh dan kembang anak - anak usia dini.

Misi    : Menjadi ibu profesional yang pandai bersyukur dan bermanfaat bagi sesama.

Bidang: Ilmu management hati, syukur dan ilmu parenting.

Peran : Ibu Profesional yang dijadikan tempat yang dirindukan keluarga. Pun menjadi motivator dan inovator bagi perkembangan dunia anak usia dini.


d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

๐ŸŒŸUntuk menjadi ibu profesional yang pandai bersyukur dan bersabar khususnya bagi anak - anak tentu saja masih banyak ilmu yang harus saya pelajari. Mengingat terlalu dangkalnya pengetahuan saya akan hal tersebut. Maka saya harus semangat belajar.

Lalu ilmu apa saya yang harus saya pelajari lalu kuasai?
✔️ Ilmu Management hati : bersyukur, menerima takdir dan menjalani takdir

✔️Ilmu ibu profesional : bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, dan bunda saleha. Tentu saya ini ada jenjang waktunya ya, berikut saya saya coba saya kerjakan sedikit.

✔️ Ilmu Parenting : membaca, menulis, melakukan penelitian, mengikuti seminar online maupun offline tentang dunia ibu dan anak.

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
๐ŸŒŸ KM 0 - KM 1 : (Pada Usia 28 tahun) Menguasai Ilmu Management hati (sabar), menguasai ilmu bunda sayang.

KM1- KM2 : (Pada usia 29 tahun) Menguasai ilmu management hati (syukur) dan menguasai ilmu bunda cekatan.

KM2 - KM3 : (Pada usia 30 tahun) menguasai ilmu management hati (nerima ing pandum) dan menguasai ilmu bunda Produktif.

KM3 - KM4 : (Pada usia 31 tahun) menguasai ilmu bunda shalihah dan ilmu parenting.


f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
๐ŸŒŸChecklist yang menunjang keberhasilan saya, sudah saya jalankan. Seperti halnya di ilmu management hati : saya cantumkan mengaji rutin dan mendatangi kajian. Yang insyaallah di setiap saya datang di kajian ilmu saya bisa mengupgrade diri terutama tentang disiplin ilmu menata hati.

Untuk ilmu ibu profesional : Alhamdulillah, bersyukur sekali saya kecemplung didalam komunitas yang super keren ini. IIP. Disni saya belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pelajari, bertemu dengan teman - teman kece dari berbagai latar belakang serta bisa berinteraksi langsung dengan fasilitator - fasilitator hebat. Semoga saya berhasil lulus dan bisa melenggang mengikuti kelas lanjutan.

Untuk Ilmu Parenting : Saya juga menaruh point membaca dan menulis. Mungkin nantinya akan saya bikin lebih spesifik lagi. Untuk belajar tentang ilmu parenting. Membaca buku - buku parenting dan akan concern menulis tentang ibu dan anak.


g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
๐ŸŒŸBerbekal ilmu - ilmu dari IIP saya akan berusaha menjadi ibu profesional yang baik, yang belajar mengedepankan adab dulu baru ilmu,menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga yang membangun peradaban dari dalam rumah serta mendidik anak sesuai dengan fitrahnya sehingga mampu menjadi ibu yang bahagia dan diharapkan keluarga. Saya yakin saya bisa dengan ijin Allah.

Salam hangat

ESTY CAHYANINGSIH

Minggu, 17 Februari 2019

Membangun Peradaban Mulai dari Dalam Rumah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tak terasa sudah pekan ketiga nih belajar di IIP.

Memiliki keluarga di usia 27tahun merupakan suatu anugerah yang Allah berikan. Meskipun ini meleset dari cita-cita yang ingin memiliki keluarga di usia 25tahun. Namun karena kehendak dan takdir Tuhan saya terima dan syukuri apa yang sudah menjadi garis takdir saya.

Ya, memiliki keluarga, berumah tangga, memiliki suami, dan anak, merupakan keinginan setiap insan. Sebab ini juga sudah takdir allah yang termaktub dalam Alquran. Bahwa manusia itu diciptakan berpasang - pasangan. Dan mendapat tauladan dari nabi Muhammad untuk menikah apabila sudah mampu. Mampu secara lahir dan batin.

Alhamdulillah, sunnah nabi sudah saya laksanakan 15 bulan yang lalu. Saya bersedia tulus ikhlas untuk menua bersama dengan lelaki pilihan saya. Mas Indra Mustofa. Lelaki lembut dan tulus mencintai saya. Ia yang juga bersedia menggenapi hidup saya yang sebelumnya ganjil.

Pas banget ini dengan bahasan materi ketiga dikelas IIP. Membangun Peradaban dari Dalam Rumah. Seperti biasa tiap minggu saya mendapat tugas. NHW kali ini sangat menarik namun juga menguras pikiran.

Berikut adala tugas lengkap dari NHW ketiga saya :

Nikah*
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.


a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

๐ŸŒŸ Hmmmm saya sudah mengirim surat cinta pada suami saya. Saya mengutarakan isi hati, flashback saat awal - awal mengenal suami. Menulis yang lumayan menguras emosi, lama sekali saya menulis surat cinta itu, berhati - hati dalam menuliskannya sembari mengingat - ingat hal apa saya yang sudah saya lakukan bersama dengan suami. Sebelum dan sesudah menikah. Mengingat waktu penjajakan kita hampir 7tahun. Tidak tanggung - tanggung saya menuliskannya dalam, sebuah kertas, panjang sekali curhatan saya. Menghasilkan 13 lembar kertas buku tulis. Dan saya selesaikan dalam waktu yang cukup lama pula untuk ukuran sebuah surat.
Dua hari dua malam rek. “Haha temenan iki gawene sui polll. Dihari kedua menulis pun saya kerjakan tidak biasa sebagaimana saya menulis biasanya. Jungkir balik, gluntang glunting diatas kasur. Eh turun, eh naik lagi. Gulang guling ngalor ngetan ngidul ngulon. Hahahha# aaaaaaa butuh kejernihan pikiran dan hati untuk menuliskannya.

Surat saya kirim. Butuh kesabaran untuk menerima respon surat tersebut. Suami saya lama kali membacanya. Dan taraaaaaaaaa. Saat waktunya tepat. Dua menitan menjelang adzan magrib. Akhirnya tanpa saya ketahui suami membaca surat dengan muka tegang, muram, tapi dikit - dikit ketawa namun tegang lagi. Saya pun deg deg syeeer. Takut suratnya menyakitkan hati suami. Eh tapi kok malah banyak ketawanya. Mungkin dia terkenang kejadian - kejadian culun yang sudah kamu lakukan.

Saya yang sedang tiduran disampingnya terus terusan menyelidiki gerak geriknya. Sambil menahan rasa takut.

Akhirnya, hatam juga 13 lembar curhatan saya. Curhatan yang terbungkus surat cinta terbaca juga oleh suami. Saya deg2 an lagi. Tapi penasaran juga dengan respon suami setelah membaca surat dari saya.

Daaaaaaaaaaaaaaaaaan. Tanpa kata, tanpa apa, suami lalu meraih saya, memeluk saya, lalu diam  - diam menciumi saya pelan - pelan tanpa henti, sembari tangan kanannya mengelus rambut dan kepala saya. Hihihi gemas deh saya ๐Ÿ˜

Aku gemes dongs, mas, respon nya gimana setelah membaca surat ini? Mas, gimana? Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut manisnya. Yang ada mas suami memeluk saya kencang. Hehe

Aku tau, meskipun tidak diungkapkan saya bisa menangkap dan membaca batinnya. Ia begitu menyayangi dan mengasihi saya. Sudah pasti ia sangat mencintai saya.

Sudah barang tentu jika suami saya itu tidak romantis, tidak suka banyak bicara, tapi langsung ke perbuatan nyata. Seperti yang sudah dilakukan kepada saya kali ini. Lalu saya balas dengan semakin erat memeluknya.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

๐ŸŒŸSebab saya belum memiliki anak point ini saya skip dulu. Semoga setelah ini saya mendapat hadiah dari Tuhan agar segera mimiliki keturunan. Amiiin.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

๐ŸŒŸ Potensi diri yang saya miliki?

Rasanya susah sekali jika harus mendefinisikan diri saya. Apakah itu artinya saya tidak mengenali diri saya sendiri? Terlepas dari itu, saya akan menuliskan walau sedikit.

Potensi dalam diri? Apa ya. Masih susah saya mengungkapkan. Saya adalah perempuan yang pemberani, rame dan mudah bersosial. Mungkin itu jika ada yang menanyakan 3 hal terhadap diri saya.

Saya memang memiliki pribadi yang mudah bergaul dengan siapa saja. Saya tidak segan untuk berkenalan terlebih dahulu pada orang yang baru saya temui. Cenderung pemberani. Kalau kata suami saya, “nok kamu itu kendel tur ora isinan. Nek kita punya bisnis uda pasti kita jadi partner yang cocok, aku yang mikir konsep jalannya bisnis, dan kamu yang menjalankan dan terjun langsung”. Hahaha. secara suami saya itu orangnya pemalu. Begitu suami saya sering berucap. Yang dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih seperti ini “nok,kamu tu memiliki jiwa pemberani dan tidak takut malu”. Hehe. Saya memang tak pernah malu terhadap apa yang saya lakukan. Apa adanya, seadanya. Tidak drama dan dibuat - buat. Itu mungkin point yang suami dapat dari saya.

Sayapun menyadari hal demikian. Mungkin itu juga jalan takdir Tuhan yang menemukan saya dengan suami agar kami bisa saling menggenapi. Saling menguatkan dan saling tahu perbedaan masing - masing. Sehingga kami belajar untuk saling menerima.

Alhamdulillah, suami saya mau menerima kekurangan dan kelebihan saya, dan dia mau memahaminya. Bersyukur pada Tuhan atasnya untuk saya.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

๐ŸŒŸ Kebetulan selama ini saya tinggal bersama orang tua saya , masih serumah. Suami tinggal disini sebab orang tua yang meminta kami tetap tinggal bersama orang tua. Alhamdulillah bapak dan ibu saya baik. Bersama suami pun kami juga menjalankan kehidupan sesuai dengan keinginan orang tua.

Tantangan yang mungkin kami alami adalah merasa sungkan, merasa pakewuh terhadap orang tua. Karena disana kami hanya menumpang saja.

Nah karena kami juga manusia biasa, di usia pernikahan kami yang baru seumur jagung ini, kami ingin belajar hidup mandiri. Belajar membangun rumah tangga. Menata hidup kami berdua. Tanpa campur tangan orang lain. Dan kami ingin tahu sejauh mana kamu bisa bertahan tanpa bantuan orang tua.

Akhirnya kami putuskan untuk pindah rumah (kontrakan). Hehe. Belum rumah sendiri. Tapi semoga habis ini bisa kami wujudkan. Dan semoga kami mendapat keberkahan dan mendapatkan keturunan. Amiiin.

Alhamdulillah juga, minggu ini saya berencana mulai pindahan. Disela - sela pindahan ini tak membuat saya surut semangat untuk belajar di IIP. Semoga bisa terus istiqomah.

Dan mungkin ini juga memang sudah suratan Tuhan kalau saya dan suami harus ngontrak rumah. Ini semata agar kami belajar. Belajar hidup mandiri, belajar tentang arti kehidupan yang sebenarnya hidup, pun belajar untuk saling menerima dan mensyukuri satu sama lain. Sebab memang sifat kami ini berbeda. Tapi beda bukan untuk perpecahan. Tapi untuk saling menguatkan.

Demikianlah tugas nhw saya pekan ketiga ini. Menunggu ilmu - ilmu yang menarik lagi

Salam hangat

ESTY CAHYANINGSIH

#nhw3
#membangun peradaban dari dalam rumah
#IIPB7
#iipsalatigajepara
#yakin lulus