Senin, 28 Januari 2019

Saya Tidak Ingin Kalah, Saya Ingin Berubah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, senang sekali rasanya menjadi salah satu orang yang beruntung bisa bergabung dengan keluarga IIP gagasan bu Septi ini. Kejutan - kejutan baru terus muncul, dan ilmu - ilmu baru juga banyak yang saya dapat dari sini. Mulai dari materi foundation, pengenalan yang mengesankan sekali bagi saya. Terlebih ilmu ilmu yang ada didalamnya begitu bermanfaat bagi saya yang beri saya membangun rumah tangga ini. Dilanjutkan dengan stadium general yang luar biasa membuat saya semakin beruntung dan bersemangat untuk terus belajar, belajar menjadi pribadi yang baik, memantaskan diri menjadi istri dan ibu yang diharapkan oleh keluarga.

Meski hanya dua hari, tapi itu sungguh istimewa. Pengalaman yang baru banget buat saya. Mengenal IIP lebih dalam lagi.

Dihari pertama saya tertarik sekali dengan Titi Husni dari Banten. Sebab saya juga berada dalam posisi yang pernah mbk Titi alami, saya dilema. Menjadi wanita karir atau diem sebagai ibu rumah tangga. Keadaan ini menyulitkan bagi saya. Suami menginginkan saya untuk resign saja dan mengurus rumah tangga, sedangkan saya ingin terus melanjutkan cita cita, saya ingin menjadi seorang yang aktif, meskipun saya wanita. Dan ingin berkarya lebih lagi. Sebab saya itu orang yang ga bisa diem. Meskipun disisi lain saya juga berkeinginan untuk bisa dibina suami, ingin berada dibawah tanggung jawab beliau. Namun saya belum bisa. Semoga setelah mengikuti pembelajaran di IIP ini saya bisa menemukan jalan keluar atas kedilemaan saya. Dan berubah menjadi lebih baik versi saya sendiri.

Tak ubahnya di hari kedua. Sesi ini sangat menarik, bahkan lebih menarik menurut saya dari hari sebelumnya. Kesemua kontributor keren keren pengalaman hidupnya. Disini berbagai persoalan dibahas. Meskipun ada yang menurut saya tabu untuk dibicarakan ternyata disini justru menemukan jawabannya. Sungguh saya suka saya suka. Dan saya makin kagum degan IIP ini. Di sesi ini saya merasa terkesima dengan cerita dua bunda istimewa yang super strong. Bunda Ais dan Bunda Dini. Beliau berdua orang orang hebat. Dan Semoga lewat IIP ini saya juga bisa jadi ibu yang hebat, untuk anak, suami dan keluarga.

Terima kasih IIP sudah bikin saya kecanduan. Makin kepo dengan materi matrikulasi selanjutnya.

Salam hangat

ESTY CAHYANINGSIH

Senin, 21 Januari 2019

Yang Menyenangkan di Kelas Foundation

Assalamualaikum, saya ingin cerita sedikit nih tentang pengalaman singkat saya belajar di kelas foundation IIPB7 regional Salatiga Jepara.

Setelah berhasil lolos pendaftaran IIPB7 saya masuk kelas foundation regional Salatiga Jepara. (Eh padahal saya awalnya milih di regional Semarang lho. Tapi pada saat pengumuman saya ternyata masuk dalam regional Salatiga Jepara). Pasalnya saya pikir akses saya ke Semarang nantinya lebih mudah jika ada kelas offline, sebab saya lebih familiar jalan menuju Kudus Semarang, dan lebih sering main ke Semarang daripada Jepara. Hehe.

Namun itu tak mengapa, bukan menjadi soal buat saya yang ingin belajar ini. Dan alhamdulillah ya, saya masih bisa lolos. Itu yang terpenting. Konon katanya bergabung di Institut Ibu Profesional ini gampang gampang susah. Bukan hanya karena peminatnya yg banyak, kuota per regional juga berpengaruh.

Saya masuk di regional Salatiga Jepara ini bersama kurang lebih 53 peserta lain se-karisidenan Pati dan juga di tambah Salatiga. Kami semua berasal dari beberpa kota seperti; Kudus, Jepara, Pati, Lasem, Rembang, Cepu dan juga Semarang.

Dikelas ini, kami di dampingi oleh dua wali kelas yang super kece dan keren. Beliau adalah mbak Tri Mukti yang berasal dari Jepara dan mbak Foogen yang berasal dari Salatiga. Beliau berdua dengan sabarnya membimbing kami yang masih meraba raba tentang apa itu IIP dan Kelas Matrikulasi. Terlebih saya yang suka kepo maksimum dengan materi materi yang akan diberikan. Saya cenderung suka bertanya jika penasaran dengan materi yang akan saya pelajari. Hehe maafkan saya ya mbk jika banyak bertanya ini. Alhamdulillah mbak Tri dan Mbak Foogen ini selalu dengan sabar dan telaten menjawab semua pertanyaan yang muncul dikelas. Bukan hanya pertanyaan dari saya, tapi juga teman teman lain yang masih butuh bimbingan.


Eh, sudah panjang gini kok belum belas bahas kehidupan kelas selama foundation ya. Hehe seperti biasa, saya memang suka cerita. Hasrat emak emak kalau sudah cocok jadi susah mau berpaling, ups. Maksudnya susah mau berhenti cerita.


Mau tambah cerita lagi ya, boleh kan? Boleh dongs.


Dikelas foundation ini kita tempuh dalam waktu singkat, hanya kurang lebih 15hari. Ini sudah termasuk jadwal pendaftran kejenjang selanjutnya yaitu matrikulasi.

Selama kelas foundation kita diarahkan untuk lebih kepo tentang IIP, ada sekitar lima materi (jika saya tidak salah ingat) yang saya terima waktu itu. Diantaranya adalah selayang pandang tentang IIP, Tahapan Belajar di IIP, Management gedget, Lebih dekat dengan Regional Kota (kala itu kami berkesempatan untuk mengenal dua regional yaitu Jepara dan Salatiga) dan yang terakhir adalah materi CoC komunitas IP. Setiap pembelajaran kita di bimbing oleh satu fasilitator yang di invite dan membimbing kami dikelas. Kami dibebaskan tanya apa saja tentang hal hal yang belum kamu ketahui.

Beruntungnya para fasilitator kami juga dengan sabar menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul dari semua peserta. Kamipun senang, bisa belajar, tambah semangat mengikuti pembelajaran dan semakin penasaran tentang dalamnya ilmu di IIP.

Saya semakin respect dengan IIP ini, ditambah lagi fasilitatornya loyal banget, dan totalitas dalam memfasilitasi kami. Pernah dalam satu sesi, saya melontarkan satu pertanyaan. Dalam satu sesi ini hanya dibatasi dua jam saja untuk berdiskusi. Hingga akhir waktu habis. Pertanyaan saya belum mendapatkan respon dan jawabannya. Padahal saya bertanya pada awal sesi. Sempat agak sedih sih, saat pertanyaan saya tidak terjawab.

Eh tiba tiba, tanpa saya sangka, saya mendapat pesan langsung dari salah satu fasilitator yang saat itu membimbing kami. Beliau minta maaf sebab kelangkaan sinyal, pertanyaan saya telat muncul di komputer beliau. Dan baru terbaca setelah kelas usai. Akhirnya beliau berkenaan memberikan jawaban atas pertanyaan saya lewat pesan pribadi. Hehe. Betapa senangnya hati saya.

Diantara kami, saya dan teman teman peserta lain lama lama sudah saling kenal satu sama lain.

Saya inisiatif menjemput bola, memberanikan diri berkenalan di luar kelas. Hehe, saya kirimkan pesan pribadi lewat WA satu per satu darinya. Saya mengenalkan diri, bahwa saya adalah teman mereka satu kelas di IIPB7 dengan harapan mereka juga mengenal saya. Saya ijin untuk menyimpan nomor handphone teman teman semua, dan alhamdulillah mereka juga berkenan menyimpan nomor handphone saya.

Sampai pada saatnya tiba, kelas matrikulasi telah dibuka. Kami semua bersenang hati menyambutnya. Sudah di informasikan sebelumnya. Bahwa pembukaan kelas matrikulasi ini hanya untuk yang sudah lolos di kelas foundation. Saya nyicil lega. Paling tidak saya bisa berkesempatan mengikuti kelas Matrikulasi. Pun sudah dipastikan bahwa yang berada di kelas foundation ini bisa lanjut di matrikulasi. (jika kamu mengikuti alurnya).

Sebenarnya di bacth7 ini lebih fleksibel. Kita di kenalan dlu program2 dari IIP, nah apabila kita tertarik dan merasa mampu mengikuti program pembelajarannya kita bisa lanjut mendaftarkan diri di matrikulasi. Jika tidak bisa berhenti sampai disini (Eh tidak maksudnya berhenti DI foundation).

Setelah selesai melakukan semua pendaftaran, hari yang ditunggupun tiba. Pengumuman peserta lolos matrikulasi. Meski sudah bisa dipastikan jika kami akan lolos, namun perasaan cemas, takut dan deg2an sudah pasti ada. Akhirnya saya penasaran membuka link pengumuman. Ada 15 peserta yang lolos. Lho? Kan kelas kita ada 53 peserta. Kemana yang lain? Pikiran saya melayang. Sedih campur sedikit kecewa. Masak saya tidak lolos? Apa ada yang salah dengan tugas saya sebelumnya? Pikiran saya tambah kacau kala itu.

Stop!!! saya menenangkan diri beberapa saat. Saya lihat lagi sheet pengumuman itu. Eh badalah ternyata masih ada satu sheet lain yg belum saya buka. Dan ke15 peserta itu hanya yang berasal dari Salatiga. Saya menemukan nama saya jelas, tercantum di urutan ke20 dari 31 peserta yang lolos yang berasal dari Jepara.

Alhamdulillah, senang sekali rasanya bisa ikut berproses lagi memantaskan diri menjadi ibu profesional bersama 46 ibu dan calon ibu di regional Salatiga Jepara.

Eh kok cuman 46?bukankah yang ada dikelas foundation ada sekitar 53 orang?

Yaps benar sekali beberapa teman kami ada yang tidak bisa melanjutkan belajar lagi. Bukan sebab mereka tak mampu. Tapi lebih banyak yang kurang info sehingga tidak melakukan pendaftar pada jadwal yang telah ditentukan.

Kini, bersama ke46 persetra IP Salatiga Jepara, saya siap belajar menjadi Ibu Profesional. Semoga

Salam hangat

ESTY CAHYANINGSIH

Sabtu, 12 Januari 2019

Ibu Profesional, Yes I am

SEBAB KETAKUTAN ITU BELUM TENTU NYATA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Esty Cahyaningsih, biasa teman teman dan keluarga memanggil saya Esty. Saya seorang perempuan dengan usia 29 tahun sekarang. Saya tinggal di salah satu kota kecil di Jawa Tengah, Kudus.

Alhamdulillah, saya sudah menikah. Usia pernikahan saya baru menginjak 14 bulan di bulan Januari ini. Suami saya bernama Indra Mustofa. Saya biasa memanggilnya mas Indra. Sedangkan beliau memanggil saya dengan panggilan kesayangannya ‘nok’ Esty.

Sampai detik ini, kebetulan saya belum diberi amanat oleh Allah untuk memiliki anak. Namun saya tak pernah pasrah apalagi menyerah. Saya masih berikhtiar dan berdoa. Mengusahakan agar segera dikaruniai seorang putra. Bukan hanya seorang sih, banyak putra juga saya mau. Hehe

Enam bulan yang lalu, saya baru tahu ada program matrikulasi dari Institut Ibu Profesional atau biasa dikenal IIP . Beberapa teman saya ada yang ikut program tersebut. Namun saat saya ingin juga mengikuti program itu sudah tutup pendaftaran. Telat info yang membuat saya tidak bisa mengikuti program IIP Batch6 kemarin. Sedikit banyak saya kepoin dan selalu intip info dari IIP. Pun saya meminta salah seorang teman untuk mengabari saya jika ada pembukaan IIP batch selanjutnya.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya saya mendapat kabar dari salah seorang teman yang sudah ikut IIPB6. Katanya pendaftaran sudah di buka. Buru buru dong saya meluncur di akun resminya IIP di instagram dan Website ya. Yaps benar sekali. Pendaftaran sudah dibuka. Pada saat itu, senang sekali hati saya, ada kesempatan untuk belajar menggali ilmu untuk menjadi ibu yang baik dan diharapkan keluarga.

Namun, saya tidak keburu napsu. Lalu cepat cepat mendaftar. (padahal katanya jika ingin keterima harus cepat mendaftarkan ya, sebab animo ibu ibu yang ingin menjadi ibu profesional banyak sekali, tidak hanya di Indonesia. Ibu ibu dan calon ibu yang berasal dari Indonesia dan tinggal di Luar negeri juga pada rebutan mendaftar di IIP). Sebenernya saya sempat bimbang, dan kebimbangan saya untuk mendaftar di IIP ini bukan tanpa alasan. Hehehe. Pasalnya ada berapa teman yang mengatakan bahwa di IIP itu banyak tugasnya lho, banyak tantangannya. Dan tugasnya itu harus dikerjakan jika tidak maka bisa jadi tidak lulus. Bahkan ada yang bilang disalah satu WAG yang saya ikuti. Ada satu teman yang mengutarakan pengalamannya mengikuti IIP, ia harus berkejaran dengan waktu saat menyelesaikan tugasnya. Bahkan ia juga sering merapel tugas tugas tersebut. Apalagi jika sudah repot urus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Haha saya bayangkan serem sekali jika ikut IIP. Itu yang membuat saya bimbang.

Saya curhat dong dengan teman saya yang lain. Dia menceritakan pengalamannya mengikuti IIP, dia cerita sana sini, ngalor ngidul, ngetan ngulon. Hahaha. Eh ternyata IIP itu tidak semenakutkan bayangan saya. Entah dengan jurus dan kata mutiara apa hingga ia berhasil meyakinkan saya jika mengikuti IIP itu asyik. Dari sini saya semakin yakin jika bayangan atas ketakutan ketakutan kita itu belum tentu terjadi. Intinya hadapi dulu.

Nah berkat suntikan semangat dan motivasi dari teman saya ini, akhirnya dengan mengucap bismillahirahmanirahim saya mendaftar dengan niat ingin belajar, belajar memantaskan diri, menata hati, dan niat dengan tulus ikhlas ingin belajar menjadi ibu pembelajar, yang insyaallah nantinya akan bermanfaat bagi saya khususnya serta anak anak dan suami saya nantinya, pun buat keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Belajar disiplin, belajar memanage diri dalam mengatur emosi saat membersamai keluarga, belajar tanggung jawab menjadi istri dan ibu bagi keluarga, pun membawa keluarga saya menuju kebaikan didunia dan di akhirat. Hahaha muluk sekali ya impian saya. Tapi tak mengapa, bukankah hidup itu berawal dari mimpi? Tapi saya tidak ingin terus bermimpi, saya ingin mewujudkannya. Semoga dengan mengikuti program IIP ini. Amiiin

Nah itu adalah motivasi saya mengikuti program matrikulasi di IIP.
Dan alhamdulillah saya bisa lolos di IIPB7 ini dan bisa bergabung di kelas foundation bersama teman teman yang masuk regional Salatiga Jepara. Saya siap belajar untuk menjadi ibu yang profesional.


Salam hangat.
ESTY CAHYANINGSIH