Selasa, 05 Februari 2019

Adab Dulu Baru Ilmu, Setuju?

Adab Dulu Baru Ilmu, Setuju?
Assalamualaikum warahmatuallahiwabarakatuh
Alhamdulillah, sudah hampir satu bulan saya belajar di Institut Ibu Profesional. Setelah lolos kelas Foundation dan Stadium Generale, tibalah saatnya saya memasuki kelas Matrikulasi. Dalam kelas matrikulasi ini kami di damping oleh satu fasilitator awesome dari IP Jakarta. Beliau adalah Siti Mumun Munawaroh. Kami akrab memanggilnya mbak Mumun.
Kelas Matrikulasi ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 Bulan. Dan kami akan belajar bersama mbak Mumun selama 9 pekan. Yang disetiap pekannya kami akan diberikan materi - materi menarik untuk bekal menjadi ibu yang professional. Tentu saya disetiap pekannya akan ada tugas dari fasilitator yang harus kami kerjakan dengan tepat waktu, tugas tersebut lebih sering kita sebut dengan NHW atau Nice Home Work. Untuk mencapai kelulusan, minimal 80% NHW harus kami kerjakan. Tentunya harus tepat waktu. Artinya kami harus mengerjakan 7 NHW dari 9 NHW yang diberikan. Mengerjakan seluruh tugas akan lebih baik. Doain saya bisa lancar mengerjakan semua tugas nya ya. NHW ini banyak ditakutkan oleh seluruh mahasiswa.
Kabarnya NHW ini bakalan susah. Iya susah, susah rasanya kalau kita hanya bermalas – malasan dan menunda mengerjakan NHW. Padahal menurut fasilitator NHW ini sangat mudah. Tidak ada ukuran standar untuk benar atau salah. Yang tahu itu benar atau salah adalah diri kita sendiri. Sudah sesuai dengan kondisi dan cita cita yang kita inginkan atau belum.
Kebetulan dikelas saya ada 47 mahasiswa. Teman – teman saya ini benar - benar jempolan. Dari hari pertama saat NNW ini diluncurkan sudah ada banyak mahasiswa yang menyelesaikan tugas. Masyaallah pada rajin - rajin teman saya ini. Setiap hari para mahasiswa absen dan menyatakan sudah selesai mengerjakan NHW. Dan ini adalah suntikan semangat dan kobaran api yang mereka sulutkan untuk kami, mahasiswa lain yang belum menyelesaikan NHW. Ya macam saya ini. hehe.
Alhamdulilah berkat mereka, saya jadi tambah semangat. Bergegas menyelesaikan NHW pertama ini. Sejatinya saya juga seperti teman – teman sudah semangat di hari pertama saat tugas diberikan. Mengerjakannya memang mudah dan cepat. Tapi niat untuk mengirimkanya yang membutuhkan waktu, butuh keteguhan hati yang kuat untuk berani submit in. Berusaha sebaik mungkin, sebagus mungkin dan idealis untuk menjadi yang terbaik. Setelah saya pikir ulang, sepertinya bukan itu yang di butuhkan di IIP. Tidak harus jadi yang paling baik. Tapi jadi terbaik menurut versi kita sendiri. Karena setiap orang itu unik, punya kelebihan dan kekurangan masing – masing. Jadi tidak harus sama dengan yang lain.
Pada pekan pertama ini, materi yang kami dapat adalah ADAB MENUNTUT ILMU. Materi yang menarik untuk awalan pembelajaran. Nah , inilah saatnya mbak Mumun memberikan tugas, dan tugasnya adalah,,,,,,,,
Jeng jeng jeng jeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng
*ADAB MENUNTUT ILMU*

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #7, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW. 

Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam Ibu Profesional,

Baiklah setelah ocehan saya yang panjang diatas, saatnya serius. Serius menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan.
  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya merasa saya ingin menekuni semua jurusan yang ada di universitas kehidupan ini. Sebab saya merasa, diri saya ini masih kurang sekali ilmu – ilmu yang ada di dunia. Jujur saja. Sampai detik ini, hampir 29 tahun saya tinggal didunia. Saya belum bisa menemukan passion saya. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Saya merasa ambyar sekali. Belum ada jurusan yang cocok yang saya tekuni. Sebenarnya, bukan sebab saya tidak bisa atau tidak menguasai sama sekali keahlian yang ada. Akan tetapi, justru saya ini hampir bisa semua keahlian dari perempuan yang biasa mereka kuasai. Apa yang mereka (perempuan) bisa, insyaallah saya juga bisa. ( ini bukan maksud saya menyombongkan diri). Hehe. Akan tetapi, disinilah blunder yang saya alami. Sayang beribu sayang. Apa apa yang saya bisa tadi, kalau dinilai dalam standar score. Nilainya sama. Standar. Tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah. Hampir semua rata-rata. Saya belum menemukan apa kelebihan yang ada dalam diri saya. Padahal hampir semua saya bisa, seperti memasak, menjahit, bebikinan kerajinan tangan, bikin kue, mengajar, menulis hingga “dodolan” dan marketing sayapun bisa. Jadi disini yang membuat saya dilema. Saya belum menemukan keunggulan yang menjadi ciri unik dalam diri saya. Berharap melalui belajar di IIP ini saya bisa menemukan passion saya. Atau mungkin ada dari salah satu fasilitator atau alumni yang senasib seperti saya. Bisa sharing – sharing tips dan triknya untuk sukses menemukan passion dalam diri.
Terlepas dari itu semua jurusan di universitas dunia itu, ada satu jurusan yang ingin saya tekuni, yaitu ilmu “Management Hati”. Saya sering terjebak dalam situasi yang tidak enak. Sebab saya lebih mengandalkan hati dibanding “otak” atau logika disetiap masalah atau kejadian yang saya alami. Kalau kata suami saya, perempuan itu kebanyakan mikir, mikirnya lama, jadi lama sekali untuk melakukan tindakan atau perubahan. Dan itulah saya. Nah, disini saya ingin sekali menata hati, memanage untuk menjadi pribadi yang lebih tertib, teratur, tegas dan punya pendirian teguh. Saya belum lulus materi management hati tersebut.
Selain semua yang telah saya sebutkan diatas, management hati seperti iklas, sabar dan tabah juga ingin saya tekuni dan kuasai. Selama ini, saat dalam keadaan buruk, sering saya merasa ikhlas atas sajian yang Allah berikan pada saya. Meski mulut berkata ikhlas, tapi hati sering tidak menerima. Justru kadang berontak pada Allah. Pun saya ingin belajar tulus ikhlas berkesinambungan baik dimulut pun dihati. Sungguh saya ingin. Begitu pula dengan sabar dan tabah. Semoga dikelas matrikulasi ini, saya bisa belajar dan berhasil memanage hati saya.
  1. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Alasan terkuat, bicara soal alasan, alasan terkuat yang saya miliki untuk menekuni ilmu tersebut secara umum adalah saya ingin menjadi pribadi yang pandai memanusiakan manusia. Bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, bisa memposisikan diri jika berada diposisi orang lain. Dan lebih dari itu, alasan khusus saya adalah ingin menjadi ibu yang professional dalam menghadapi semua masalah yang timbul dalam keluarga. Seperti yang kita tahu bahawa disetiap keluarga pastilah tidak mungkin berada didalam koridor jalan yang lurus – lurus saja, pasti ada gelombang dan lubang yang harus dilalui. Nah saya ingin sekali membawa keluarga saya bisa lolos melewati gronjalan - gronjalan tersebut. Menjadi tempat yang dirindukan suami dan anak, menjadi tempat perpulang yang dinanti keluarga sehingga menciptakan kehidupan yang bahagia dan diharapkan keluarga.
  1. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi? Hmmmmmm apa ya, mungkin saya bisa menempa diri saya untuk mengontrol diri. Menjaga hati. Berusaha sabar dan menerima. Terlebih dalam menjalani takdir yang telah ditetapkan kepada saya. Seperti kalau kata orang jawa bilang “ sak dermo ngelampahi”. Mengurangi rasa mengeluh dan lebih banyak bersyukur. Itulah strategi yang akan saya lalukan demi kesuksesan saya untuk meraih ilmu tersebut. Semoga saya bisa melakukan dan istiqamah menjalankan. Selain itu saya juga masih melanjutkan ngaji saya pada pak kyai, mendatangi orang – orang salih yang sering memberikan kenyamanan hati lewat cerita dan nasihat – nasihatnya. Mendatangi kajian – kajian keagamaan yang membahas tentang ilmu “rasa”. Jadi kita juga bisa lebih bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.
  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut
Berkenaan dengan hal ini. Sikap yang ingin saya perbaiki adalah mengurangi bicara untuk hal – hal yang kurang bermanfaat. Lebih tepatnya sedikit bicara banyak kerja. Sebab selama ini, selain banyak kerja. Saya juga banyak bicara. Dan mungkin jika saya bisa memanange tutur kata saya, hasil kerja saya akan lebih baik dari yang sebelumnya.
Selain itu, setelah mendapat penjelasan dari mbak Mumun dan diskusi dengan teman – teman, bahwa salah satu adab yang baik adalah menanamkan konsep one bite at a time. Ini ilmu baru bagi saya. Selama ini, karena saking maruknya, saya ingin menguasai semua disiplin ilmu. Saya terlalu tamak dalam membaca sebuah buku. Belum selesai buku satu, saya sudah bernafsu dengan buku yang lain, baru belajar keahlian satu, melihat ada keahlian baru saja juga ingin melakukan. Hingga akhirnya saya tidak totalitas dalam belajar, hanya setengah – setengah. Mungkin itulah yang menyebabkan saya belum menemukan passion selama ini. Saya sadar, ini tidak baik. Tapi saya belum bisa melebur sikap saya itu. Semoga dengan ini ada sebuah treatment atau terapi khusus agar saya bisa sukses belajar adab dulu, baru ilmu.
Alhamdulillah, selesai juga tugas NHW1 saya ini, meskipun dikerjakan lamban dari pada teman - teman semua. Semoga NHW ini bisa membawa saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Oh ya, saya mengerjakan tugas ini dengan ditemani oleh suami saya saat bercengkrama tengah malam, dan tentunya lebih banyak guyonan nya dibanding ngerjainnya. Hehe. Terima kasih ya mas sudah menemani. Besok pekan depan lagi ya, masih ada 8 tugas lagi menanti.
Maaf ya mbak mumun kalau garing dan bahasanya kaku, habis spaneng mepet deadline,hehe semoga besok bisa bikin cerita yang kemriyuk, kriyuk kriyuk kayak krupuk.
Salam Hangat
ESTY CAHYANINGSIH


#IIPSALATIGA-JEPARA
#IIPBATCH7
#ADABMENUNTUTILMU
#YAKINLULUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar