Assalamualaikum, saya ingin cerita sedikit nih tentang pengalaman singkat saya belajar di kelas foundation IIPB7 regional Salatiga Jepara.
Setelah berhasil lolos pendaftaran IIPB7 saya masuk kelas foundation regional Salatiga Jepara. (Eh padahal saya awalnya milih di regional Semarang lho. Tapi pada saat pengumuman saya ternyata masuk dalam regional Salatiga Jepara). Pasalnya saya pikir akses saya ke Semarang nantinya lebih mudah jika ada kelas offline, sebab saya lebih familiar jalan menuju Kudus Semarang, dan lebih sering main ke Semarang daripada Jepara. Hehe.
Namun itu tak mengapa, bukan menjadi soal buat saya yang ingin belajar ini. Dan alhamdulillah ya, saya masih bisa lolos. Itu yang terpenting. Konon katanya bergabung di Institut Ibu Profesional ini gampang gampang susah. Bukan hanya karena peminatnya yg banyak, kuota per regional juga berpengaruh.
Saya masuk di regional Salatiga Jepara ini bersama kurang lebih 53 peserta lain se-karisidenan Pati dan juga di tambah Salatiga. Kami semua berasal dari beberpa kota seperti; Kudus, Jepara, Pati, Lasem, Rembang, Cepu dan juga Semarang.
Dikelas ini, kami di dampingi oleh dua wali kelas yang super kece dan keren. Beliau adalah mbak Tri Mukti yang berasal dari Jepara dan mbak Foogen yang berasal dari Salatiga. Beliau berdua dengan sabarnya membimbing kami yang masih meraba raba tentang apa itu IIP dan Kelas Matrikulasi. Terlebih saya yang suka kepo maksimum dengan materi materi yang akan diberikan. Saya cenderung suka bertanya jika penasaran dengan materi yang akan saya pelajari. Hehe maafkan saya ya mbk jika banyak bertanya ini. Alhamdulillah mbak Tri dan Mbak Foogen ini selalu dengan sabar dan telaten menjawab semua pertanyaan yang muncul dikelas. Bukan hanya pertanyaan dari saya, tapi juga teman teman lain yang masih butuh bimbingan.
Eh, sudah panjang gini kok belum belas bahas kehidupan kelas selama foundation ya. Hehe seperti biasa, saya memang suka cerita. Hasrat emak emak kalau sudah cocok jadi susah mau berpaling, ups. Maksudnya susah mau berhenti cerita.
Mau tambah cerita lagi ya, boleh kan? Boleh dongs.
Dikelas foundation ini kita tempuh dalam waktu singkat, hanya kurang lebih 15hari. Ini sudah termasuk jadwal pendaftran kejenjang selanjutnya yaitu matrikulasi.
Selama kelas foundation kita diarahkan untuk lebih kepo tentang IIP, ada sekitar lima materi (jika saya tidak salah ingat) yang saya terima waktu itu. Diantaranya adalah selayang pandang tentang IIP, Tahapan Belajar di IIP, Management gedget, Lebih dekat dengan Regional Kota (kala itu kami berkesempatan untuk mengenal dua regional yaitu Jepara dan Salatiga) dan yang terakhir adalah materi CoC komunitas IP. Setiap pembelajaran kita di bimbing oleh satu fasilitator yang di invite dan membimbing kami dikelas. Kami dibebaskan tanya apa saja tentang hal hal yang belum kamu ketahui.
Beruntungnya para fasilitator kami juga dengan sabar menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul dari semua peserta. Kamipun senang, bisa belajar, tambah semangat mengikuti pembelajaran dan semakin penasaran tentang dalamnya ilmu di IIP.
Saya semakin respect dengan IIP ini, ditambah lagi fasilitatornya loyal banget, dan totalitas dalam memfasilitasi kami. Pernah dalam satu sesi, saya melontarkan satu pertanyaan. Dalam satu sesi ini hanya dibatasi dua jam saja untuk berdiskusi. Hingga akhir waktu habis. Pertanyaan saya belum mendapatkan respon dan jawabannya. Padahal saya bertanya pada awal sesi. Sempat agak sedih sih, saat pertanyaan saya tidak terjawab.
Eh tiba tiba, tanpa saya sangka, saya mendapat pesan langsung dari salah satu fasilitator yang saat itu membimbing kami. Beliau minta maaf sebab kelangkaan sinyal, pertanyaan saya telat muncul di komputer beliau. Dan baru terbaca setelah kelas usai. Akhirnya beliau berkenaan memberikan jawaban atas pertanyaan saya lewat pesan pribadi. Hehe. Betapa senangnya hati saya.
Diantara kami, saya dan teman teman peserta lain lama lama sudah saling kenal satu sama lain.
Saya inisiatif menjemput bola, memberanikan diri berkenalan di luar kelas. Hehe, saya kirimkan pesan pribadi lewat WA satu per satu darinya. Saya mengenalkan diri, bahwa saya adalah teman mereka satu kelas di IIPB7 dengan harapan mereka juga mengenal saya. Saya ijin untuk menyimpan nomor handphone teman teman semua, dan alhamdulillah mereka juga berkenan menyimpan nomor handphone saya.
Sampai pada saatnya tiba, kelas matrikulasi telah dibuka. Kami semua bersenang hati menyambutnya. Sudah di informasikan sebelumnya. Bahwa pembukaan kelas matrikulasi ini hanya untuk yang sudah lolos di kelas foundation. Saya nyicil lega. Paling tidak saya bisa berkesempatan mengikuti kelas Matrikulasi. Pun sudah dipastikan bahwa yang berada di kelas foundation ini bisa lanjut di matrikulasi. (jika kamu mengikuti alurnya).
Sebenarnya di bacth7 ini lebih fleksibel. Kita di kenalan dlu program2 dari IIP, nah apabila kita tertarik dan merasa mampu mengikuti program pembelajarannya kita bisa lanjut mendaftarkan diri di matrikulasi. Jika tidak bisa berhenti sampai disini (Eh tidak maksudnya berhenti DI foundation).
Setelah selesai melakukan semua pendaftaran, hari yang ditunggupun tiba. Pengumuman peserta lolos matrikulasi. Meski sudah bisa dipastikan jika kami akan lolos, namun perasaan cemas, takut dan deg2an sudah pasti ada. Akhirnya saya penasaran membuka link pengumuman. Ada 15 peserta yang lolos. Lho? Kan kelas kita ada 53 peserta. Kemana yang lain? Pikiran saya melayang. Sedih campur sedikit kecewa. Masak saya tidak lolos? Apa ada yang salah dengan tugas saya sebelumnya? Pikiran saya tambah kacau kala itu.
Stop!!! saya menenangkan diri beberapa saat. Saya lihat lagi sheet pengumuman itu. Eh badalah ternyata masih ada satu sheet lain yg belum saya buka. Dan ke15 peserta itu hanya yang berasal dari Salatiga. Saya menemukan nama saya jelas, tercantum di urutan ke20 dari 31 peserta yang lolos yang berasal dari Jepara.
Alhamdulillah, senang sekali rasanya bisa ikut berproses lagi memantaskan diri menjadi ibu profesional bersama 46 ibu dan calon ibu di regional Salatiga Jepara.
Eh kok cuman 46?bukankah yang ada dikelas foundation ada sekitar 53 orang?
Yaps benar sekali beberapa teman kami ada yang tidak bisa melanjutkan belajar lagi. Bukan sebab mereka tak mampu. Tapi lebih banyak yang kurang info sehingga tidak melakukan pendaftar pada jadwal yang telah ditentukan.
Kini, bersama ke46 persetra IP Salatiga Jepara, saya siap belajar menjadi Ibu Profesional. Semoga
Salam hangat
ESTY CAHYANINGSIH


Tidak ada komentar:
Posting Komentar