Sabtu, 12 Januari 2019

Ibu Profesional, Yes I am

SEBAB KETAKUTAN ITU BELUM TENTU NYATA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Esty Cahyaningsih, biasa teman teman dan keluarga memanggil saya Esty. Saya seorang perempuan dengan usia 29 tahun sekarang. Saya tinggal di salah satu kota kecil di Jawa Tengah, Kudus.

Alhamdulillah, saya sudah menikah. Usia pernikahan saya baru menginjak 14 bulan di bulan Januari ini. Suami saya bernama Indra Mustofa. Saya biasa memanggilnya mas Indra. Sedangkan beliau memanggil saya dengan panggilan kesayangannya ‘nok’ Esty.

Sampai detik ini, kebetulan saya belum diberi amanat oleh Allah untuk memiliki anak. Namun saya tak pernah pasrah apalagi menyerah. Saya masih berikhtiar dan berdoa. Mengusahakan agar segera dikaruniai seorang putra. Bukan hanya seorang sih, banyak putra juga saya mau. Hehe

Enam bulan yang lalu, saya baru tahu ada program matrikulasi dari Institut Ibu Profesional atau biasa dikenal IIP . Beberapa teman saya ada yang ikut program tersebut. Namun saat saya ingin juga mengikuti program itu sudah tutup pendaftaran. Telat info yang membuat saya tidak bisa mengikuti program IIP Batch6 kemarin. Sedikit banyak saya kepoin dan selalu intip info dari IIP. Pun saya meminta salah seorang teman untuk mengabari saya jika ada pembukaan IIP batch selanjutnya.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya saya mendapat kabar dari salah seorang teman yang sudah ikut IIPB6. Katanya pendaftaran sudah di buka. Buru buru dong saya meluncur di akun resminya IIP di instagram dan Website ya. Yaps benar sekali. Pendaftaran sudah dibuka. Pada saat itu, senang sekali hati saya, ada kesempatan untuk belajar menggali ilmu untuk menjadi ibu yang baik dan diharapkan keluarga.

Namun, saya tidak keburu napsu. Lalu cepat cepat mendaftar. (padahal katanya jika ingin keterima harus cepat mendaftarkan ya, sebab animo ibu ibu yang ingin menjadi ibu profesional banyak sekali, tidak hanya di Indonesia. Ibu ibu dan calon ibu yang berasal dari Indonesia dan tinggal di Luar negeri juga pada rebutan mendaftar di IIP). Sebenernya saya sempat bimbang, dan kebimbangan saya untuk mendaftar di IIP ini bukan tanpa alasan. Hehehe. Pasalnya ada berapa teman yang mengatakan bahwa di IIP itu banyak tugasnya lho, banyak tantangannya. Dan tugasnya itu harus dikerjakan jika tidak maka bisa jadi tidak lulus. Bahkan ada yang bilang disalah satu WAG yang saya ikuti. Ada satu teman yang mengutarakan pengalamannya mengikuti IIP, ia harus berkejaran dengan waktu saat menyelesaikan tugasnya. Bahkan ia juga sering merapel tugas tugas tersebut. Apalagi jika sudah repot urus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Haha saya bayangkan serem sekali jika ikut IIP. Itu yang membuat saya bimbang.

Saya curhat dong dengan teman saya yang lain. Dia menceritakan pengalamannya mengikuti IIP, dia cerita sana sini, ngalor ngidul, ngetan ngulon. Hahaha. Eh ternyata IIP itu tidak semenakutkan bayangan saya. Entah dengan jurus dan kata mutiara apa hingga ia berhasil meyakinkan saya jika mengikuti IIP itu asyik. Dari sini saya semakin yakin jika bayangan atas ketakutan ketakutan kita itu belum tentu terjadi. Intinya hadapi dulu.

Nah berkat suntikan semangat dan motivasi dari teman saya ini, akhirnya dengan mengucap bismillahirahmanirahim saya mendaftar dengan niat ingin belajar, belajar memantaskan diri, menata hati, dan niat dengan tulus ikhlas ingin belajar menjadi ibu pembelajar, yang insyaallah nantinya akan bermanfaat bagi saya khususnya serta anak anak dan suami saya nantinya, pun buat keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Belajar disiplin, belajar memanage diri dalam mengatur emosi saat membersamai keluarga, belajar tanggung jawab menjadi istri dan ibu bagi keluarga, pun membawa keluarga saya menuju kebaikan didunia dan di akhirat. Hahaha muluk sekali ya impian saya. Tapi tak mengapa, bukankah hidup itu berawal dari mimpi? Tapi saya tidak ingin terus bermimpi, saya ingin mewujudkannya. Semoga dengan mengikuti program IIP ini. Amiiin

Nah itu adalah motivasi saya mengikuti program matrikulasi di IIP.
Dan alhamdulillah saya bisa lolos di IIPB7 ini dan bisa bergabung di kelas foundation bersama teman teman yang masuk regional Salatiga Jepara. Saya siap belajar untuk menjadi ibu yang profesional.


Salam hangat.
ESTY CAHYANINGSIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar